bayangkanlah ;
bila seandainya semua orang sedang di pantai,
dan mereka semua sedang telanjang.
sedangkan anda memakai baju.
anda terus mengamati pemandangan tersebut,
maka secara tidak sadar, lambat laun anda akan merasa bahwa andalah yang sedang telanjang sedangkan mereka memakai baju.
Tidak percaya /
Bayangkanlah,
Bila anda masih tertidur di pagi hari,
kemudian dalam keadaan separuh sadar anda mendengar suara kaki orang-orang berjalan, seolah sedang bergegas untuk bekerja.
maka, semakin banyak banyak anda mendengar suara kaki berjalan,
akan semakin bertambah kesadaran anda.
dan anda akan memiliki keinginan untuk ikut bergegas, seolah sehabis bangun pagi anda adalah orang yang memiliki jadwal.
tidak percaya ?
bayangkanlah,
jika anda sedang buang air besar,
lalu bayangkan anda sedang mencium orang yang anda sukai,
atau bayangkan anda sedang berjalan di catwalk bak pragawan/pragawati.
maka, semakin kuat hayalan anda, pada suatu titik anda akan merasa sedang buang air besar sambil mencium seseorang atau sedang buang air besar sambil berkalan di catwalk.
tidak percaya ?
bayangkanlah,
ketika anda berdiri di sebuah bendungan, dan anda melihat ke bawah.
tiba-tiba kaki anda kan merasa bergetar seolah anda akan jatuh.
padahal sadarkah anda bahwa anda saat itu sedang berada di posisi yang aman dan tidak akan jatuh.
TAHUKAH ANDA APA ARTI DARI HAL-HAL TERSEBUT ?
ada banyak arti dari ke 4 gambaran tersebut, tapi saya lebih suka mengarahkan jawaban saya pada : bawha "Tuhan membuat kita memiliki sifat mudah terpengaruh".
ya, menurut saya memang begitu. sifat tersebut bukanlah sesuatu yang buruk. justru ini adalah sifat yang baik jika kita mampu menggunkannya dengan tepat.
Tuhan membuat kita memiliki sifat tersebut agar kita menjadi orang yang berpikir : akan kita bawa kemana hidup kita ini ?"
Sebagai contoh kelanjutan dari ke 4 gambaran tersebut adalah bahwa di dunia ini ada banyak aktifitas-aktifitas positif dan aktifitas negatis, lau di tengah-tenganya (entah dimana) ada aktifitas netral dim,ana aktifitas tersebut masih dipertanyakan apakah tergolong aktifitas baik atau buruk. sedikit gambaran tentang aktifitas netral, terkadang kita seringkali tidak mengenal apakah yang sedang kita lakukan adalah perbuatan baik atau buruk. hal ini dapat juga kita temui pada stimulus lain yang datang dari luar. (ingatkah anda tentang cerita agama : bahwa setan membisikkan manusia untuk melakukan perbuatan baik padahal didalamnya telah diselipkan niat dan perbuatan jahat).
kemanapun anda berjalan di hidup ini, anda akan menghadapi ke 3 hal tersebut, dan anda memiliki kecenderungan mengikutinya. sebenarnya, saat saya mengikuti tulisan tangan ini bergerak, saya juga sedang terpengaruh. terpengaruh oleh bayangan-bayangan negatif saya akan perasaan sedang di uji intelktualitasnya, sebagian stimulus (memori) yang datang dari luar juga sedang/sudah mempengaruhi diri saya. mereka menggerogoti keberanian sya untuk menulis ide saya sendiri. Satu sisi diri saya menginginkan menulis untuk kepuasan diri, sisi lain untuk keinginan dpuji tulisannya bagus. atau sisi lainnya yang ingin berusaha membuktikan bahwa ejekan merka (dalam hayalan saya) itu tidak benar.
BAHKAN DARI DALAM DIRI SENDIRI, KITA ADALAH ORANG YANG MUDAH TERPENGARUH (oleh komponen-komponen dalam diri kita. ex:ragu, minder or else).
sadarkah anda akan maksud uraian saya di atas ?
maksudnya adalah : KITA ADALAH ORANG YAG MUDAH TERPENGARUH, sedangkan kenyataannya dunia ini dipenuhi oleh orang-orang berpikiran kerdil (salah satunya "terkadang" bisa jadi saya. lihat tulisan saya ternyata semua orang berpikiran kerdil).
sebagai gambaran dari kesimpulan saya adalah pernahkah anda menceritakan pada seseorang, bahwa
anda akan melakukan sesuatu (menulis sebuah buku misalnya). Lalu orang-orang di sekitar anda mentertawakan anda dna memvonis "Anda tidak bisa."
Pernahkah Anda mengalaminya ?
jika pernah, apa yang lalu Anda lakukan ?
Beberapa saat ketika Anda memiliki semangat menggebu-gebu untuk menulis, menit-menit kemudian semangat Anda berkurang dan lalu Anda berpikir "Anda tidak mampu."
Percayakah Anda dengan kata-kata dalam tanda kutip tersebut ? Mungkin, sepintas Anda berkata "Saya percaya." Tapi sisi nurani anda akan berkata SAYA TIDAK PERCAYA, ITU TIDAK BENAR !
Saya yakin nurani anda akan berkata seperti itu. Karena saya pernah mengalaminya. Saya juga pernah melihat banyak orang yang mengalami hal tersebut. Mereka "telah" berpikir bahwa mereka TIDAK BISA. padahal saya melihat betul, bahwa mereka sangat bisa melakukannya. karena memang dia memiliki kelebihan itu. Tahukah anda konsep "Anda bisa selama Anda berusaha"
apakah itu terjadi pada diri Anda ?
Saya simpulkan lagi tulisan Saya :
Kita adalah orang-orang yang mudah terpengaruh di tengah kerumunan orang yang memiliki mindset negatif.
kalau Anda sudah mengerti dan percaya akan hal tersebut maka apa yang akan Anda lakukan ?
.....?
Kalau sudah begitu, pergilah ke pasar bicara. Ya, pasar bicara adalah sebutan saya untuk toko buku. Sebuah buku tidak lain adalah sudut pandang penulis buku. dan kita semua mampu membuat buku karena kita masing-masing memiliki sudut pandang. (Tinggal usaha saja ! misalnya :mulai menulis.
maksud yang saya uraikan disini adalah : Bila kita kesulitan menemui orang-orang yang bermindset positif (agar Anda terpengaruh)., maka temuilah toko buku. Buku memiliki norma etik bahwa penulisnya harus menuliskan sudut pandang-sudut pandang positifnya tentang dunia (bukan berarti mereka tidak berpikiran kerdil). Di Indonesia dan di negara lain, buku-buku yang mengandung paham sesat akan dilarang penerbitannya.
Hal tersebut merupakan keuntungan Anda, Anda membutuhkan buku (mereka) yang berpikiran positif.
Konsekuensi lain dari pernyataan tersebut adalah : Akan kita bawa kemana hidup kita ini ? sadarkah Anda bahwa Anda adalah orang yang luar biasa (bacalah buku Anda luar biasa karangan Eni).
Kembalikanlah diri Anda yang sesungguhnya dengan membentuk/mengembalikan mindset positif Anda. Salah satunya dengan cara membaca banyak buku.
*** sedikit berbicara tentang buku, berdasarkan pengalaman Saya, Hidup ini hanyalah soal TERUS berupaya mengoptimalkan diri, sampai hidung berhenti bernafas.
Rizki yang diberikan Tuhan tidak tanggung-tanggung. Sampai-sampai kita kesulitan menampungnya. bahkan (nauzubillah) kita sampai-sampai/terkadang tidak menyadarinya. Begitupulalah yang terjadi dengan kesempatan kita membaca buku.
Ada banyak tulisan (sudut pandang dan ilmu) yang bagus yang dapat kita temui di pasar bicara (maupun pasar bicara via internet). terkadang, kita (Saya) kesulitan meluangkan waktu untuk membacanya dan menentukan mana yang lebih baik didahulukan untuk dibaca.
Untuk itu, kita perlu menetapkan sebuah titik, Salah satu titik bisa berwujud "tujuan."
TETAPKAN TUJUAN ANDA
Misal ; Tujuan Saya (Penulis) adalah :
*Tujuan Pribadi : Berhasil melewati semua fase kehidupan dengan baik, dan "tertutup" dalam keadaan baik.
** Tujuan Konkrit : menjadi Individu yang intelektual dan dikenal dalam bidang ilmu ekonomi perencanaan keuangan dalam 3 tahun ke depan. (Saya ingin seperti seperti Safir Senduk, Saya ingin membentuk sebanyak mungkin orang yang pintar mengelola keuangan tanpa jalur haram).
Bila Anda (Saya) sudah menetapkan tujuan, maka ingatkanlah Anda terus pada tujuan. Disini anda Harus berpandai-pandai memilah/membaca buku antara buku minat (membaca karena tertarik untuk membaca) atau buku tujuan (membaca karena dengan membaca akan mendekatkan anda pada tujuan). PRIORITASKANLAH MEMBACA BUKU TUJUAN (jika Anda seorang yang hobi baca buku).
***
Selamat berusaha, Berusaha terus bersemangat mencapai tujuan. Selamat Membaca
****
NB :
sebagaimana sifat dunia, ke 4 gambaran yang memulai tulisan ini mengandung banyak makna lain.
Jika Anda mau, Carilah makna lain dari ke 4 gambaran tersebut. Keuntungan yang Anda dapatkan adalah Anda sedang melatih nurani anda untuk ikut aktif dalam kehidupan Anda. Karena ketika kita berusaha mencari makna positif lain dari semua kejadian, berarti Anda sedang berbicara dengan nurani anda.
Semoga sukses, Selamat mencoba ^_^
Saturday, May 5, 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)